4 Jurus Mudah Menaikkan Profit Bisnis Anda

August 26th, 2009 by sckbelitang

Saudara, tujuan utama dari sebuah bisnis atau usaha adalah untuk mendapatkan profit atau keuntungan. Seorang pengusaha tentu harus memfokuskan segala upayanya untuk mendapatkan profit sebanyak-banyaknya. Sayangnya, banyak pengusaha yang hanya menggunakan satu jurus untuk mendapatkan profit. Padahal, ada banyak jurus lain yang lebih mudah untuk dilakukan.

Di artikel berikut ini, saya akan sharingkan beberapa cara untuk meningkatkan profit usaha Anda.

4jurus untuk meningkatkan profit usaha Anda adalah

1. Menaikkan harga

Ini adalah jurus yang paling mudah yang bisa Anda lakukan. Anda bisa menaikkan harga produk Anda, misalnya 10 % dari harga semula. Kenaikan 10 % ini akan menaikkan juga pendapatan Anda lebih dari 10 %. Misalnya harga produk Anda 100, profit 20 % adalah 20. Jika Anda menaikkan harga 10 % menjadi 110, profit Anda menjadi 30. Anda bisa lihat, sebelum dinaikkan profit Anda 20. Tapi setelah dinaikkan menjadi 30. Kenaikan profit Anda 50 % dari profit semula

Berapa kenaikan yang pantas untuk produk Anda ? Hal ini tergantung beberapa hal, antara lain :

jenis produk

harga pesaing

kondisi ekonomi

variasi produk

dll

Anda bisa melakukan tes, untuk mendapatkan kenaikan harga yang pantas

Biasanya pengusaha kurang berani untuk menaikkan harga. Ia khawatir jika harga dinaikkan, barangnya tidak laku atau omzet akan menurun. Apalagi jika salesnya tahu, mereka akan berkeluh kesah kepada pimpinan, khawatir juga omzet akan menurun. Karena itu, sebelum menaikkan harga Anda harus memiliki alasan yang kuat mengapa menaikkanharga. Alasan yang kuat misanya :

semua pesaing sudah menaikkan harga

barang Anda memiliki manfaat yang besar, melebihi harga yang Anda tawarkan

produk Anda unik, tanpa pesaing

harga bahan baku naik, sehingga tidak mungkin kalau harga jual produk tidak dinaikkan,

dan lain-lain

Jadi, jangan ragu untuk menaikkan harga, jika hal itu akan meningkatkan profit usaha dengan cepat.

2. Meningkatkan jumlah customer baru

Cara ke dua untuk meningkatkan profit usaha adalah meningkatkan jumlah customer baru. Cara ini adalah cara yang paling umum kita lakukan. Dan sepertinya, cara ini banyak menyita waktu kita untuk meraih profit.

Bagaimana cara untuk mendapatkan customer baru ? berikut ini beberapa langkah yang biasa kita lakukan :

Menambah biaya marketing. Dengan harapan, jika biaya ditambah, customer baru juga bertambah

Mencari media alternative untuk pemasaran. Ini dilakukan jika media lama dianggap kurang efektif atau bisa juga untuk membantu media lama.

Meningkatkan customer baru adalah langkah yang tepat untuk meningkatkan profit perusahaan. Tapi jangan lupa pada langkah berikut ini ….

3. Meningkatkan Jumlah Pembelian Per Customer

Jangan hanya mencari customer baru, sementara customer lama Anda lupakan. Customer lama merupakan orang yang sudah memiliki kepercayaan kepada Anda. Karena itu menjadi lebih mudah untuk mendapatkan pembelian dari customer lama daripada customer baru.

Beberapa metode untuk meningkatkan jumlah pembelian per customer antara lain :

Up selling, artinya menawarkan spesifikasi yang lebih besar dengan harga yang lebih mahal. Misalnya Anda menjual computer. Seorang konsumen datang ingin membeli computer dengan harga 3 jutaan. Maka, tawarkan computer yang lebih tinggi spesifikasinya dengan harga yang lebih mahal. Jelaskan manfaat-manfaatnya yang sesuai dengan harapan konsumen tadi

Cross selling, artinya menawarakn produkyang melengkapi produk utama yang dibeli customer Anda. Misalnya, pembeli computer ditawari asesoris computer. Pembeli makanan di warung, ditawari juga minuman dan makanan pembuka.

Meningkatka frekuensi pembelian.. Maksudnya, Anda bisa meningkatkan frekuensi pembelian customer dalam jangka waktu tertentu. Kalau saat ini customer membeli 1 bulan sekali, tingkatkan menjadi satu bulan lima kali

Yang selalu harus kita ingat adalah, biaya untuk “merawat” customer lama jauh lebih rendah daripada biaya untuk mendapatkan customer baru. Karena itulah di dunia bisnis ada Customer Relationship Management (CRM)

4. Menjadikan Customer Anda sebagai pemasar

Anda ingin meningkatkan profit dengan cara GRATIS dan menyebar seperti virus ? inilah caranya. Jadikan customer Anda sebagai pemasar produk Anda. Maksudnya bagaimana ?

Berawal dari kepuasan customer akan produk dan pelayanan yang Anda berikan, ia akan dengan sukarela menyebarkan usaha Anda ke orang lain. Ini juga yang disebut pemasaran dari mulut ke mulut (word of mouth). Berdasarkan penelitian, orang akan jauh lebih percaya membeli produk Anda jika ada yang mereferensikan. Dan Anda bisa membayangkan, jika satu customer Anda memiliki relasi ratusan orang atau bahkan ribuan orang, berapa customer baru yang akan Anda dapatkan. Terlebih saat ini era internet dan SMS.

Karena itu, kepuasan pelanggan harus Anda wujudkan di bisnis Anda. Produk dan pelayanan Anda harus mampu menjadikan customer memiliki loyalitas tinggi. Dan pada akhirnya produk dan pelayanan Anda harus bisa menjadikan customer sebagai pemasar Anda

Itulah 4 cara untuk meningkatkan profit bisnis atau usaha Anda. Semoga bermanfaat untuk kemajuan bisnis Anda

Bagaimana menurut Anda ?

USAHA CETAK DIGITAL

August 6th, 2009 by sckbelitang

Teknologi computer & printer yang ada sekarang, telah memungkinkan kita untuk mencetak tidak hanya teks & gambar sederhana, namun sudah dapat mencetak dengan hasil kualitas foto. Bahkan apabila menggunakan kertas khusus untuk foto, hasilnya menyerupai cetak foto lab.

Perkembangan teknologi yang ada sekarang ini, tidak hanya mencetak foto di atas selembar kertas, tetapi juga mencetak foto di atas : T-Shirt / Kaos, Bantal, Gelas Mug, Keramik, Piring, Topi, Pin/Bross, Jam, Kalender Gantung, dll.

Hasil cetaknya jelas dengan kualitas foto, full color, tahan air & tahan lama.

Sekalipun tanpa keahlian design, dengan tersedianya koleksi gambar2 (templates), proses produksi produk2 tersebut, dengan design / gambar yang cantik & menarik, tetap merupakan suatu proses yang mudah dikerjakan. Proses pengerjaannya dapat dibilang instant, cepat dan praktis, hanya seperti mencetak gambar biasa keatas kertas, kemudian ditransfer ke atas media yang diinginkan, menggunakan mesin yang sesuai. Penggunaan mesin transfer tersebut juga dapat dibilang sangat mudah, tidak memerlukan keahlian khusus.

Produk2 yang dapat dihasilkan ini sekarang banyak diminati oleh masyarakat, baik sebagai kebutuhan maupun sebagai souvenir. Dengan kejelian melihat peluang ini, terbuka kesempatan untuk memulai suatu usaha cetak digital, dengan varian produk yang sangat luas. Biaya produksi sangat murah, memungkinkan hasil produk dapat dijual dengan harga yang terjangkau, dengan tetap menjanjikan keuntungan yang terbilang masih sangat bagus. Apalagi dengan pesaing yang belum banyak, tentunya merupakan kesempatan emas bagi banyak orang di semua daerah dan pelosok.

Usaha cetak digital ini cocok dikembangkan di banyak segmen, dari mulai home industri, tempat usaha yang strategis seperti pusat keramaian, pusat perbelanjaan, tempat bermain anak, tempat wisata, sampai dengan kebutuhan untuk perkantoran.

Investasi yang dibutuhkan juga terbilang sangat minim, apalagi jika telah memiliki Komputer dan perangkat proses digital lainnya. Apabila telah memiliki printer dengan merek dan jenis tertentu juga dapat digunakan untuk usaha ini.

Untuk transfer hasil cetak foto keatas produk2 tersebut, dahulu dibutuhkan mesin yang berbeda2, mengharuskan kita memiliki beberapa mesin, sehingga membuat investasi menjadi sangat tinggi. Namun sekarang, Spectra Digital (Bandung), perusahaan yang bergerak di bidang ini sejak tahun 2000, menawarkan solusi HEMAT INVESTASI untuk anda.

Perusahaan ini telah membuat satu mesin, yang memungkinkan konsumen untuk memproduksi : T-Shirt / Kaos, Bantal, Gelas Mug, Keramik, Piring, Topi, Pin/Bross, Jam, Kalender Kain Gantung, cukup menggunakan 1 (SATU) MESIN saja !

Bahan kaos / t-shirt / bahan2 dari kain yang harus memiliki kandungan polyester, termasuk mudah & murah diperoleh di mana saja. Juga bahan keramik /mug / piring polos yang harus dilakukan proses coating terlebih dahulu, termasuk mudah dilakukan.

Untuk mempermudah dan memastikan memperoleh bahan baku dengan kualitas terbaik, dapat menggunakan bahan2 t-shirt, kaos, mug, keramik, piring yang sudah siap untuk ditransfer, hasil produksi Spectra Digital.

Mesin ini memiliki merek ALL IN ONE®. Merupakan hasil produksi dan ide cemerlang anak bangsa, yang memikirkan solusi usaha cetak digital yang hemat investasi, hemat tempat, hemat daya listrik.

Mesin ini dirancang khusus menggunakan modul yang dapat diganti2 (cabut-pasang), sehingga memungkinkan digunakan untuk memproduksi produk yang berbeda2.

Mesin dapat dibeli baik secara lengkap (semua modul), maupun hanya dengan 1 pilihan modul saja.

Penggunaan daya listrik termasuk paling kecil dibanding mesin2 lain dipasaran, sebagai dukungan terhadap program pemerintah untuk penghematan energi, juga agar biaya pengoperasiannya murah, daya listrik yang digunakan hanya antara 300 – 800 watt (berbeda2 tergantung jenis modul yang digunakan). Apabila dibandingkan dengan mesin import dengan daya sampai dengan 2000 watt, dapat dikatakan mesin ini lebih cocok digunakan untuk keadaan di Indonesia.

Untuk skala home industri, listrik rumah biasanya hanya 900-1300 watt, sudah dapat memulai usaha cetak digital menggunakan mesin ini. Untuk tempat2 usaha di pusat perbelanjaan, yang biasanya memberikan listrik terbatas, juga lebih mungkin.

Dari segi ukuran, mesin dengan dimensi Panjang x Lebar x Tinggi = 32x32x60cm ini, terbilang sangat kecil dan hemat tempat. Sehingga untuk digunakan di tempat2 keramaian, atau pusat perbelanjaan, yang ukuran tempatnya terbatas, akan menjadi suatu keuntungan tersendiri.

Sebagai bukti kualitas produksi, Spectra Digital memberikan garansi penuh selama 6 bulan, untuk mesin ini, terhadap kerusakan dan masalah2 yang terjadi / timbul karena kesalahan pabrikasi.

(Bandung, KOMPUTEK)

Jangan Pernah Berhenti Belajar

August 6th, 2009 by sckbelitang

Waktu saya kecil, saya pernah mendengar suatu cerita lucu. Namun dibalik kelucuannya ada hikmah yang bisa kita ambil pelajarannya. Waktu mendengarkan cerita ini, kami tertawa, karena lucunya. Tapi sekarang saya berpikir, jangan-jangan, selama ini saya sering ditertawakan orang lain seperti saya menertawakan tokoh yang ada dalam cerita ini. Bagaimana dengan Anda? Mungkin orang lain pun suka menertawakan Anda.

Ada seorang bapak dari kampung. Bapak ini tidak bisa membaca, tetapi dia tertarik dengan mendengarkan radio seperti tetangganya. Belum ada TV karena belum ada listrik, sehingga radio menjadi primadona karena bisa dijalankan dengan baterai. Bapak itu pun memutuskan untuk pergi ke kota untuk membeli sebuah radio. Dia bertanya kepada tetangganya, dimana membeli radio dan radio yang seperti apa yang bagus.

Dia mendapatkan info tempat membeli radio dan cara memilih radio yang bagus. Kata tetangganya, radio yang bagus adalah radio Sony. Dengan berbekal uang Rp 500.000 dan ongkos perjalanan, dia pun pergi ke kota untuk membeli sebuah radio. Setelah berjalan, naik ojek, naik angkutan pedesaan, dan angkotan kota sambil tanya sana sini, akhirnya dia sampai juga di tempat yang menjual barang elektronik, tentu saja salah satunya radio.

Sesampainya di toko tersebut, bapak ini langsung bertanya kepada pelayan toko,

“Ada radio Sony mbak?”

Dengan ramahnya pelayan menjawab,

“Tentu saja ada. Silahkan pilih ada berbagai model.” sambil menunjukan rak yang berisi khusus radio bermerk Sony.

Ternyata si bapak bingung mau memilih mana karena semua radio tampaknya bagus.

“Bapak mau yang mana?” tanya si pelayan.

“Saya bingung.” kata si bapak sambil terus memperhatikan sederetan radio.

“Oh, bapak mau membeli radio yang harga berapa?” tanya si pelayan tetap ramah.

“Saya punya uang Rp 500.000″. jawab si bapak.

“Oh begitu, mungkin bapak cocok dengan radio ini. Harga Rp500.000 kurang.”

“Ya sudah, saya beli yang itu. Betulkan ini radio Sony?”

“Betul pak, ini Radio Sony.”

Setelah transaksi selesai, si bapak pun pulang ke kampung dengan senangnya. Tetapi keesokan harinya si bapak kembali lagi ke toko tersebut sambil marah-marah…

“Katanya ini Radio Sony, ternyata bukan. Kalian mau menipu saya?” katanya dengan keras sambil menunjukan radionya.

Para pelayan takut, karena tampilan si bapak kayak seorang pendekar dengan baju silatnya. Akhirnya pemilik toko tersebut menghampiri bapak tersebut.

“Ada yang bisa saya bantu pak.”

“Pelayan kamu menipu saya, katanya ini radio Sony, ternyata bukan!”

Pemilik toko bingung, sebab dia tahu kalau radio itu memang bermerk Sony.

“Betul pak, ini radio Sony.” kata pemilik toko berusaha menjelaskan.

“Bukan! Saat saya nyalakan radio, radio ini berbunyi: ‘Inilah radio Republik Indonesia.’ Kalian menipu saya, sebab ini bukan radio Sony, tetapi radio republik Indonesia!”

Bagaimana kelanjutan kisah ini? Silahkan lanjutkan sendiri.

Belajarlah terus, karena bisa saja ilmu yang kita miliki sudah kadaluarsa atau bahkan salah. Kita terus meyakini apa yang kita tahu sehingga semua perilaku kita didasari oleh keyakinan tersebut. Mungkin benar menurut kita, karena sebatas itulah ilmu kita. Tetapi belum tentu menurut orang lain. Bisa saja, saat kita berdebat dan merasa pintar, padahal di belakang kita, lawan debat kita malah menertawakan kita. Belajarlah sampai akhir hayat.

sumber : motivasi-islami.com

Route Untuk Mengalahkan Australia & Malaysia di Internet

August 4th, 2009 by sckbelitang

Sering kali tidak sadar bahwa Indonesia adalah negara yang besar bahkan mempunyai kekuatan massa sepuluh kali lebih besar dari Malaysia & Australia. Kalau saja para pemimpin di atas menyadari hal itu maka sebetulnya tidak sukar bagi Indonesia untuk mengalahkan negara-negara tetangga kita.

Mari kita lihat startegi yang paling sederhana untuk mengalahkan negara tetangga kita khususnya dalam bidang Internet.


Dari sekian banyak teknologi internet yang ada, seperti, ADSL, dial-up, leased line, satelit, dan fiber optik yang mempunyai banyak pelanggan. Pada kesempatan ini, saya hanya akan memfokuskan pembahasan pada Internet menggunakan wireless pada frekuensi 2.4GHz & 5.8GHz. Memang pada hari ini akses Internet menggunakan 2.4GHz & 5.8GHz menjadi sangat controversial karena banyak mengundang polemik di sisi regulasi.

Jika saja pemerintah mau berfikir jangka panjang, dan membebaskan 2.4GHz & 5.8GHz untuk kepentingan kemajuan bangsa. Impact yang akan terjadi sangat luar biasa, bahkan sering kali di luar perkiraan banyak orang. Mari kita melakukan perhitungan impact yang akan terjadi dengan adanya pembebasan tersebut.

Dengan perhitungan sederhana dan konservatif, pada hari ini di Indonesia paling tidak ada 6-7 kota besar, 200-an kota kecil, 400-an kabupaten. Dengan asumsi yang sangat konsevatif, rata-rata Access Point sekitar 100-an di ibu kota Jakarta, 50-an di kota besar, 10 di kota kecil, 5 di kota kabupaten, maka dengan rata-rata 20-an client premise equipment (CPE) di setiap Access Point kita akan melihat 130.000-an link wireless Internet di seluruh Indonesia.

Dengan pengembangan konsep RT/RW-net, Perkantoran-Net, Sekolah-Net yang mengandalkan kabel LAN (UTP) ke tetangga rumah, tetangga kantor dll. Maka tidak heran jika sebuah wireless CPE akan di cantoli oleh sekitar 20-an komputer di belakangnya. Artinya kita akan dapat dengan mudah melihat paling tidak dua (2) juta komputer yang tersambung ke jaringan Internet yang berbasis Wireless di 2.4 GHz & 5.8GHz.

Jika rata-rata ada sepuluh orang yang mengakses sebuah komputer maka kita akan dengan mudah melihat bahwa paling tidak ada 20-an juta pengguna Internet di Indonesia.

Terus terang asumsi di atas sangat konservatif, karena kenyataan di Indonesia saat ini paling tidak ada 25.000 sekolah menengah, termasuk sekolah kejuruan, pesantren dan madrasah. Rata-rata siswa per sekolah adalah sekitar 500-1000 orang. Belum terhitung perguruan tinggi di Indonesia yang jumlahnya sekitar 1300 buah itu dengan rata-rata mahasiswa antara 1000-10.000 mahasiswa.

Bayangkan jika seluruh sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia kita sambungkan ke Internet, akan sangat mudah sekali kita untuk memperoleh jumlah pengguna Internet yang mendekati jumlah 30 juta orang di Indonesia.

Apa arti 20-30 juta pengguna Internet di Indonesia? Artinya sangat dahsyat sekali!! Tidak percaya? Bayangkan populasi penduduk di tahun 2003 dari negara Australia hanya 20 juta orang, Malaysia hanya 23 juta orang, Canada hanya 31 juta orang, Singapore jelas tidak ada apa-apa dengan jumlah penduduk yang hanya sekitar 5-6 juta orang. Jelas-jelas negara-negara ini akan tenggelam ditelan badai Indonesia di Internet.


Memang masih ada negara yang agak besar penduduknya seperti Filipina yang 84 juta orang, VietNam yang 81 juta, Thailand yang 63 juta orang.

Tidak akan banyak negara di dunia yang bisa menyaingi Indonesia dalam jumlah pengguna Internet di dunia, kecuali segelintir negara seperti Amerika Serikat, India, dan Cina.

Siapa yang akan di untungkan dengan banyaknya pengguna Internet di Indonesia? Siapa lagi kalau bukan negara? Pemasukan pajak akan berlipat dari pajak pertambahan nilai dari berbagai servis yang di berikan, pajak pada saat pembelian alat, biaya hak penyelenggaraan jasa internet dll dll. Jangan kaget kalau perhitungan kasar akan menunjukan pemerintah akan memperoleh masukan paling tidak sekitar Rp. 600 Milyard dari pajak pembelian alat dll. Dan sekitar Rp. 150-an Milyard per tahun dari pajak pertambahan nilai.

Belum lagi effek sampingan yang kadang kala tidak kita sadari. Indonesia akan menjadi negara pemimpin di dunia untuk Internet wireless di 2.4GHz & 5.8GHz. Tidak percaya? Saya pada hari ini sudah merasakan sendiri dampak langsung dengan banyaknya undangan untuk memberikan workshop di luar negeri untuk mensosialisasikan teknologi 2.4GHz & 5.8GHz. Terlihat jelas sekali bahwa di tingkat dunia jarang sekali orang yang menguasai teknologi Internet wireless di 2.4GHz & 5.8GHz seperti di Indonesia.

Belum berbagai dampak lainnya seperti kelancaran transaksi bisnis dan ekonomi yang semakin baik dengan semakin membaiknya infrastruktur telekomunikasi.

Kaget? Semoga tidak jantungan.

Jadi apa yang harus dilakukan oleh pemerintah? Amat sangat sederhana sekali.

Pertama bebaskan frekuensi 2.4GHz & 5.8GHz dari berbagai ijin yang menyulitkan.

Kedua sambungkan semua sekolah dan universitas di Indonesia ke Internet, berikan berbagai kemudahan dan insentif agar dunia pendidikan masuk ke Internet.

Lima tahun lagi bangsa Indonesia akan menjadi pemimpin dunia Internet, khususnya untuk Infrastruktur yang berbasis masyarakat.

Onno W. Purbo

Asa berbisnis dengan modal kecil

August 2nd, 2009 by sckbelitang

BILA ingin memiliki usaha, baik kecil maupun besar, kita harus memiliki suatu gagasan mengenai bisnis apa yang akan digarap. Dari mana gagasan usaha itu muncul? Gagasan bisnis akan lebih mudah kita dapat apabila kita peka dan peduli terhadap diri kita sendiri, keluarga, teman, dan lingkungan masyarakat sekitar (mulai setingkat RT hingga nasional, bahkan internasional).
Peduli kepada diri sendiri adalah bagaimana kita mengenali kemampuan, minat, bakat, dan lain sebagainya. Banyak wiraswastawan yang berhasil karena dia dapat memanfaatkan kemampuan/minat/bakat yang dimilikinya sendiri dikombinasikan dengan kejelian melihat peluang pasar.
Bagaimana seorang Purdi E. Chandra (pemilik Lembaga Pendidikan Primagama) memulai usaha? Beliau beranjak dari kemampuan diri sendiri, yakni mengajar dan dikombinasikan dengan kejelian melihat pasar atau peluang dengan banyaknya siswa SMA yang ingin lulus tes masuk ke perguruan tinggi negeri. Ia pun mendirikan bimbingan belajar. Apakah dengan kemampuan dan adanya potensi pasar, Purdi E. Chandra dapat menjaring banyak siswa pada awalnya? Ternyata tidak. Mengapa? Karena masyarakat atau pasar belum yakin dan belum melihat apakah ia benar dapat membimbing siswa sehingga dapat lolos tes ke perguruan tinggi negeri? Apa yang dilakukannya? Pada awalnya ia melakukan promosi dengan menggratiskan biaya kursus bagi siswa pada saat bisnis tersebut mulai dijalankan. Setelah terbukti dan masyarakat yakin, mulailah bimbingan belajar tersebut berkembang dengan pesat, bahkan ia sekarang memiliki banyak jenis usaha dari hasil bisnis bimbingan belajar tersebut.

Ada lagi contoh seorang pengusaha sampah di Bandung yang sukses dan berhasil mengembangkan usaha daur ulang sampah. Bahkan, kini beliau memiliki beberapa jenis usaha di antaranya menjadi pengembang perumahan. Dari mana ide bisnisnya berasal? Banyak sampah berserakan, dan ia melihat banyak jenis sampah yang dapat didaur ulang seperti plastik menjadi bijih plastik, dsb. Bayangkan, sampah dapat dikelola menjadi sebuah bisnis besar! Dari mana ide bisnisnya? Dari melihat lingkungan sekitar!

Bila saat ini kita tidak memiliki gagasan, kurang mampu mengamati lingkungan sekitar, cobalah untuk mencari teman atau kenalan baru sebanyak-banyaknya. Salah satu caranya, bacalah Pikiran Rakyat. Amati iklan-iklannya, terutama iklan mininya setiap hari. Banyak yang menawarkan peluang usaha atau produk-produk yang dijual yang sesungguhnya kita memiliki peluang untuk ikut memasarkan produk tersebut. Bila kita jeli, mungkin dapat membuat produk serupa dengan kemampuan yang kita miliki dengan harga dan kualitas lebih baik. Hubungi orang tersebut, mintalah penjelasan selengkap-lengkapnya agar kita dapat memasarkan produk tersebut. Namun hati-hati! Karena banyak praktik money game atau bahkan penipuan. Kunci untuk menghindari penipuan adalah jangan ikut ke dalam bisnis yang mengharuskan kita menyetorkan uang terlebih dahulu, sebelum kita mencoba atau mendapatkan manfaatnya. Cobalah untuk meminta ikut memasarkan produk tersebut terlebih dahulu secara freelance, kemudian setelah yakin kita mampu menjual, bolehlah membeli produk tersebut untuk persediaan.

Jadi kunci memulai usaha adalah gagasan bisnis!
Mewujudkan bisnis setelah mendapatkan gagasan bisnis dan sebelum memulai bisnis, lakukan langkah sebagai berikut:

  1. Lakukan pengamatan dan pendalaman mengenai seluk-beluk bisnis tersebut. Sebelum mewujudkan gagasan bisnis, pelajari seluk-beluk bisnis tersebut, baik atau tidak? Bagaimana proses produksinya secara efisien? Dari mana kita membeli bahan bakunya? Siapa calon konsumen atau karakteristik pelanggan? Di mana kita akan memasarkan dan menjualnya? Bagaimana pola pemasaran dan penjualannya? Cara terbaik adalah mengamati pengusaha sukses yang bergerak di bidang yang sama. Bila bisnis kita benar-benar baru, paling tidak pelajari bagaimana para pengusaha yang sukses menjalankan bisnis mereka. Terakhir, kenali juga risikonya. Siapkah mental kita dengan risiko tersebut? Salah satu ciri calon pengusaha sukses adalah berani mengambil risiko sepanjang risiko itu sudah diperhitungkan. Berani mengambil risiko yang diperhitungkan merupakan kunci awal dalam dunia usaha.
  2. Tes pasar. Lakukan uji coba dengan cara tes pasar. Manfaat uji coba pasar adalah untuk mendapatkan umpan balik terhadap calon konsumen mengenai produk yang kita tawarkan. Misalnya kita membuat kue, sebelum dijual cobalah berikan secara gratis kepada tetangga dan lingkungan sekitar. Tentunya dalam jumlah yang terbatas yang sesuai dengan kemampuan kita. Mintalah pendapat dari tetangga atau lingkungan sekitar mengenai produk yang kita buat tersebut, enakkah, kurang manis atau bentuknya kurang menarik? Jadikan kritikan dan saran sebagai masukan berharga untuk melakukan perbaikan sedikit demi sedikit, sehingga produk kita benar-benar siap diluncurkan dengan skala yang lebih besar.
  3. Susunlah rencana usaha. Perencanaan ini bisa mencakup antara lain penetapan nama produk, packaging produk, proses produksi, jalur distribusi yang dipilih, modal tambahan yang diperlukan, orang-orang yang akan diajak bekerja sama, baik sebagai penanam modal, pegawai, ataupun penyalur produk. Juga pikirkan strategi pemasaran yang akan dijalankan misalnya dengan selebaran, brosur, katalog, melalui website, mailling list, atau iklan di media, organisasi sosial, dsb. Umumnya, dalam usaha kecil, lokasi usaha atau tempat pemasaran/outlet yang strategis menjadi salah satu kunci sukses usaha. Perlu kejelian dan keberanian tersendiri bagaimana mendapatkan tempat pemasaran yang strategis dengan modal terbatas. Cara paling mudah adalah bekerja sama dengan pemilik tempat melalui sistem bagi hasil atau bagi keuntungan.
  4. Mulailah saat ini. Sebuah gagasan bisnis akan tetap menjadi sebuah gagasan jika tidak ada tindakan untuk mewujudkannya. Dengan memulainya, kita bisa mendapatkan pengalaman dan pelajaran berharga yang bisa digunakan memperbaiki usaha secara sistematis. Jika mental telah siap, mulailah dari saat ini walau mungkin kita masih memiliki beberapa keterbatasan dan kendala yang ada.
  5. Hadapi dan atasi hambatan atau kegagalan. Berdasarkan pengalaman, mungkin tidak ada seorang pun wiraswasta yang berhasil tidak mengalami hambatan atau bahkan kegagalan dalam perjalanan bisnis mereka. Sebaiknya kita memiliki sikap positif, apa yang terjadi adalah yang terbaik buat kita. Mengapa? Karena, itu adalah janji Tuhan. Hambatan dan kegagalan merupakan sebuah pelajaran yang harus kita ambil hikmahnya. Tanpa kita sadari itu akan menguatkan dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita dalam berwirausaha. Setiap usaha selalu akan mempunyai risiko dan bila itu sampai terjadi, bersiaplah, dan hadapilah dengan kepala dingin.

Jenis usaha
Jenis usaha yang cocok bagi pemodal kecil atau bahkan tanpa modal adalah:

  1. Memasarkan produk atau jasa orang lain. Sebaiknya produk atau jasa yang banyak dibutuhkan orang atau produk spesifik yang langka namun sesungguhnya terdapat pasar yang cukup luas.
  2. Bisnis makanan dan minuman seperti kue, roti, es juice, bakso, mi ayam, dan lain sebagainya bisa dicoba.
  3. Bisnis kerajinan seperti barang suvenir, pernik-pernik kebutuhan rumah tangga, dan lain-lain
  4. Jasa seperti potong rambut, usaha jahit, obras, konsultan, pengurusan surat-surat.
    Jangan berkecil hati jika memulai bisnis dengan modal kecil atau bahkan tanpa modal. Selalu ada jalan lain menuju Roma, begitu kata sebuah pepatah. Sepanjang kita mau berusaha, dengan izin Tuhan, yakinlah bahwa kesuksesan kita akan menjadi kenyataan.